Tampilkan postingan dengan label Berita Hangat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Hangat. Tampilkan semua postingan
24 Maret 2012
TOMCAT
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Penggunaan salep hydrocortisone tak bisa sembarangan. Meski digadang-gadang sebagai obat untuk mengobati virus Tomcat, namun penggunaan salep ini harus melalu izin dokter ahli.
Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Maura Linda Sitanggang menjelaskan, salep hydrocortisone merupakan salah satu jenis obat generik keras.
Untuk itu, penggunaan salep tersebut tak bisa dibeli secara bebas tanpa resep dokter. "Harus diperiksa dulu oleh dokter, baru bisa beli obat itu dengan resep dokter," ujar Linda pada Republika saat sidak ke apotek-apotek di Jakarta, Selasa (20/3).
Linda menegaskan, bukan kewenangannya untuk menjelaskan mengenai fenomena virus Tomcat yang saat ini ramai dibicarakan. Namun, Linda tak menampik jika hydrocortisone, obat yang dikatakan dapat menyembuhkan Tomcat, merupakan salep untuk menghambat pertumbuhan parasit di kulit.
Namun, sekali lagi Linda menyatakan obat tersebut tak dapat sembarangan dikonsumsi karena merupakan obat keras. "Kalau ada tanda bulatan merah dengan huruf K di tengahnya itu tandanya ini obat keras dan tak bisa dikonsumsi sembarangan," jelasnya.
Virus Tomcat memang sedang ramai dibicarakan. Dari informasi yang beredar di masyarakat penyakit ini disebabkan oleh binatang kecil mirip kalajengking. Jika terkena gigitannya, kulit akan seperti terkena penyakit herpes dan berwarna merah bernanah.
Untuk mengatasinya dari info yang beredar luas di masyarakat, penderita harus segera mencuci bagian yang merah dengan air bersih dan diberi salep hydrocortisone satu persen. Namun menurut Linda, sebaiknya penderita memeriksakannya langsung ke dokter.
Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Gita Amanda
23 Maret 2012
Kemoterapi Minim Efek Samping
Penggunaan zat kimia untuk perawatan penyakit. Dalam penggunaan modernnya, istilah ini hampir merujuk secara eksklusif kepada obat sitostatik yang digunakan untuk merawat kanker.Pengobatan kanker dewasa ini hampir selalu melibatkan operasi, penyinaran dan atau kemoterapi. Tujuan kemoterapi pada penyembuhan kanker adalah menghambat atau menghentikan pertumbuhan sel-sel onkogen (kanker) pada tubuh pasien. Prinsip kerja obat-obatan kemoterapi adalah menyerang fase tertentu atau seluruh fase pada pembelahan mitosis pada sel-sel yang bereplikasi atau berkembang dengan cepat, yang diharapkan adalah sel onkogen yang bereplikasi. Obat kemoterami hampir tidak menimbulkan dampak pada sel yang sedang dalam masa beristirahat (tidak melakukan pembelahan), namun terkadang sel-sel rambut dan sel-sel yang sedang aktif membelah lainnya dapat terkena dampak obat ini apabila siklus mitosisnya berada dalam target obat-obatan kemoterapi yang sedang digunakan
Riset kedokteran untuk kanker kini sampai pada teknik kemoterapi lokal dan partikel nano. Dengan teknologi ini, dosis obat kemoterapi diperkecil secara drastis. Pengobatan pun lebih efektif dan efek samping diminimalkan. Konkretnya, penampilan pasien terjaga; rambut tidak rontok; mual, nyeri, dan demam pun sangat ringan.
Kemoterapi yang umum dikenal, yakni kemoterapi sistemik, ditakuti pasien. Betapa tidak, obat yang ditujukan untuk membasmi sel kanker diinfuskan ke pembuluh darah dan langsung menyebar ke seluruh tubuh. Akibatnya, tidak hanya sel kanker yang terbasmi, sel sehat pun ikut rusak.Karena itu, kemoterapi sistemik sering kali menimbulkan berbagai efek samping yang serius berupa kerusakan organ vital, seperti jantung, hati, dan ginjal, serta rambut rontok. Nyeri, mual, dan muntah juga menambah penderitaan pasien.
Beberapa tahun lalu, RS Kanker Fuda Guangzhou, China, mengembangkan terobosan berupa terapi intervensi vaskular. Dengan teknik ini, menurut Feng Mu, dokter ahli bedah jantung yang juga Deputi Presiden RS Fuda, obat kemoterapi diinjeksikan langsung ke jaringan tumor/kanker lewat pembuluh arteri yang memasok darah ke daerah itu.
”Sebagaimana sel tubuh lain, sel kanker dipasok nutrisi lewat pembuluh darah. Pembuluh darah ini yang dijadikan jalan masuk obat kemoterapi oleh dokter,” kata Mu.
Dalam hal ini, obat diinjeksikan lewat kateter yang dimasukkan ke pembuluh darah di pangkal paha. Bisa juga kateter masuk lewat pembuluh arteri di lengan. Kemudian, dengan bantuan fluoroskopi untuk memantau pergerakan, kateter diarahkan menuju pembuluh arteri yang ke tumor. Dengan demikian, obat bisa mencapai daerah tumor dalam jumlah besar dan waktu singkat.
Dua teknik
Ada dua teknik pada terapi intervensi vaskular. Selain kemoterapi lokal yang biasa disebut infusi zat kimia lewat arteri (transarterial chemical infusion/TACI), ada pula kemoembolisasi lewat arteri (transarterial chemoembolization/TACE). Dalam TACE, dilakukan embolisasi pembuluh darah dengan partikel zat antitumor berukuran 20-500 mikrometer lewat kateter. Diameter pembuluh darah kapiler umumnya berukuran 10-30 mikrometer.
Di Indonesia, terapi intervensi vaskular telah diterapkan. Pionirnya adalah Suwandi dan Terawan Agus Putranto, dokter ahli radiologi dari RSPAD Gatot Soebroto. Saat ini Terawan telah mendidik sejumlah dokter lain untuk melaksanakan TACI.
Teknik TACI digunakan pada hampir semua jenis kanker. Adapun TACE efektif untuk kanker hati (hepatoma). Menurut Xianghao Piao, dokter ahli radiologi dari RS Fuda yang telah 20 tahun meneliti terapi endovaskular di sejumlah negara, ”TACE berisiko dan bisa menimbulkan komplikasi berat, yaitu bisa menyumbat pembuluh yang memasok darah ke organ tubuh.”
Pada kanker hati teknik TACE efektif karena hati memiliki dua pembuluh darah, yaitu arteri hepatik dan pembuluh portal. Jika arteri hepatik yang memasok darah ke tumor disumbat, jaringan hati tidak akan mengalami nekrosis (menyusut). ”Namun, jika teknik ini diterapkan di lambung, tidak hanya tumor yang menyusut, jaringan lambung pun ikut rusak karena pasokan darah terhambat. Demikian juga jika diterapkan pada kanker paru atau ginjal,” ujar Piao.
Pada teknik TACI, meski sudah lebih baik dari kemoterapi sistemik, masih memiliki kelemahan, yaitu kadar obat pada jaringan tumor tidak bisa dipertahankan dalam waktu lama karena segera beredar ke seluruh tubuh bersama aliran darah.
Terapi nano
Untuk mempertahankan obat lebih lama di jaringan kanker, tim yang dipimpin Piao menyatukan 4-5 jenis obat kemoterapi yang dengan metode khusus dijadikan partikel halus berukuran 100-150 nanometer. Terapi ini disebut intervensi kanker pada pembuluhmikro (cancer microvessel intervention/CMI).Ukuran partikel nano sangat kecil sehingga tidak menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah normal.
Menurut Mu, terobosan ini berdasarkan teori bahwa partikel nano mampu menembus dinding pembuluh darah tumor yang berlubang-lubang halus sehingga obat bisa menyebar ke jaringan tumor. Partikel nano meningkatkan tekanan osmotik dalam jaringan tumor, sebaliknya pembuluh darah kapiler menjadi rusak sehingga obat terjebak di jaringan tumor, tidak terbawa aliran darah. Akibat gempuran obat dan tidak mendapat pasokan darah, jaringan tumor akhirnya mati.
Teknik CMI semakin menurunkan dosis obat kemoterapi. Menurut Piao, dengan teknik TACI, dosis obat kemoterapi yang digunakan diturunkan menjadi 1/3 sampai 1/5 dosis kemoterapi sistemik. Dengan teknik CMI atau kemoterapi dengan partikel nano, dosis obat hanya perlu 1/30 sampai 1/50 dosis kemoterapi sistemik.
Selain lebih hemat karena dosis obat jauh lebih sedikit, efek samping juga menjadi sangat minimal. Keuntungan lain, waktu pasien untuk terapi dan waktu pemulihan lebih singkat, setelah kemoterapi bisa pulang atau berkegiatan. Efek samping yang terjadi sangat ringan, seperti suhu tubuh naik sedikit, juga mual dan nyeri ringan.
Selain untuk mematikan tumor, seperti pada kanker paru, kemoterapi dengan partikel nano juga digunakan untuk mengecilkan tumor sebelum operasi. Seperti yang dijalani oleh Ny Desi (65), penderita kanker payudara. Juga Ny Stanny (54), penderita kanker saluran empedu (cholangiocarcinoma). Keduanya berasal dari Jakarta. Teknik itu mampu mengecilkan tumor sebelum dioperasi dengan operasi krio (pembekuan).
Ditanya sejauh mana teknik terobosan ini digunakan di dunia, menurut Piao, negara lain juga mengembangkan partikel nano untuk pengobatan kanker, tetapi mereka masih skala laboratorium. Baru RS Fuda yang menerapkan pada manusia.
Terkait tingkat keberhasilannya, Piao yang bergabung dengan RS Fuda sejak tahun 2010 menyatakan, setidaknya ada sekitar 1.000 pasien mendapat terapi nano dikombinasikan dengan terapi lain. Karena itu, sulit menghitung angka keberhasilan khusus untuk terapi nano.
Sumber : health.kompas.com
Pacaran Sehat
Remaja dan pacaran. Kayaknya dua hal ini semakin sulit dipisahkan.
Kalau kita udah merasa cukup Gedhe, rasanya nggak gaul kalo kita nggak
punya pacar. Malu dong sama temen temen, kesannya nggak laku banget!
Bener nggak sih??
Ketakutan nggak punya pacar bisa bikin remaja pada nekat lho! “Pokoknya dapet pacar, siapa aja, asal mau sama gue..” hehehehe…gimana kalo pacarmu penjahat? Atau lebih gawat lagi kalo lama nggak dapat dapat, maka rasa percaya diri makin lama makin ilang, kita jadi minder, menutup diri, dan sedih bekepanjangan. Terus ada juga mereka yang “beruntung” punya pacar cakep, saking bersyukurnya apa aja kemauan pacar dikabulkannya, gara gara takut “lepas”. Jadi yang namanya pacaran tuh ternyata gampang gampang susah. Jaman sekarang orang pacaran banyak banget godaannya (apalagi pacaran, nggak punya pacar godaannya juga udah banyak!). Tiap hari ada aja cerita tentang orang pacaran terus “kecelakaan”, maksudnya hamil nggak sengaja, terpaksa nikah, aborsi, jadi korban pelecehan pacar sendiri, jadi stress karena back street, kena penyakit kelamin, dll. Duuuh…emang pacaran bisa sampai ngeri gitu akibatnya?
Jangan salah bung! Survey sudah banyak membuktikan! Kasus aborsi di Indonesia yang dilakukan oleh remaja dibawah 24 menunjukkan 35 % dari seluruh jumlah kasus, dan hal ini terus meningkat. Kasus perkosaan, pelecehan seksual oleh pacar sendiri juga udah banyak menghiasi surat kabar. Bunuh diri karena putus cinta juga udah kita denger sejak jaman nenek moyang. Nah kalo begini kejadiannya, kita memang bener bener harus menerapkan perilaku remaja bertanggung jawab.
Pacaran atau tidak itu adalah sebuah pilihan. Nggak ada lagi aturan yang mengatakan bahwa remaja tuh nggak gaul kalo nggak pacaran. Kalau nggak pengen pacaran, ya kita nggak usah pacaran. Orang pacaran musti jelas motivasinya, dan harus positif. Kalo nggak, mending nggak usah aja. Jangan salah mengartikan gaul ya. Yang namanya gaul tuh justru mereka yang percaya diri, berprestasi, tahu apa yang dia mau, dan tentu saja tahu bagaimana mengemukakan keberatan kalo dia memang nggak mau.
Nah kalo kita mau pacaran, pastikan deh gaya pacaran kita itu masuk kategori pacaran sehat. Yang namanya pacaran sehat bukan berarti tiap kali ngapel kita sambil push-up, main basket atau senam aerobic lho! Pacaran sehat itu berarti pacaran yang tidak “bikin penyakit”. Maksudnya pacaran yang bertanggung jawab, jelas tujuannya, dan tidak merugikan satu sama lain.
Lebih detail lagi, pacaran sehat bisa dijelaskan begini:
1. Sehat secara psikologis
Pacaran biasanya tujuannya untuk saling mengenal satu sama lain. Buat remaja kayak kita kita, pacaran biasanya identik dengan hepi hepi. Bisa saling mengekspresikan rasa sayang, cinta, saling memberi dukungan, dan pokoknya ada temen yang asik punya untuk diajak kemana mana. Pacaran menjadi tidak sehat kalau mulai main paksa paksaan, cemburu berlebihan, terlalu posesif, berantem terus, pokoknya bukannya hepi hepi yang didapat, tapi malah bikin stress, ketakutan, tertekan, selalu terpaksa, dll.
Belum kalau bermasalah dengan ortu. Misalnya ortu nggak setuju, entah karena ortu menganggap belum waktunya, nggak dipercaya bisa membawa diri, atau hanya sekedar ortu nggak suka sama pacar kita dan akhirnya kita backstreet. Jelas Backstreet bisa bikin kita sakit kapala, stress dan khawatir terus menerus, takut ketahuan.
2. Sehat Secara fisik
Biasanya yang paling ditakutkan ortu kalau kita pacaran adalah bahwa kita tidak bisa menjaga diri kita agar “tetap utuh”. Karena ortu tahu dan masih inget bagaimana yang namanya remaja itu sangat bergejolak, selalu pengen coba coba, dan mudah terpengaruh. Banyak remaja perempuan hamil karena pengen coba coba dan nggak bisa menolak bujukan pacar. Remaja cowok juga banyak yang terpengaruh pandangan bahwa kalau belum bisa menggaet cewek berarti dia cowok memble. Akhirnya gara gara mereka berdua nggak punya “kekuatan” untuk menjadi diri sendiri, jadinya tergelincir, coba coba melakukan hubungan seksual dan akhirnya menyesal seumur hidup. Tadinya hubungan seks pertama yang mereka pikir bakal indah tidak terlupakan, ternyata memang bener bener tak terlupakan, saking nyeselnya…..
Kehamilan hanya salah satu resiko. Belum kalau kena PMS (Penyakit Menular seksual). Ingat ya, udah nggak jamannya lagi ngelihat kebersihan seseorang hanya dari penampilan luar. Tampaknya sih dari luar doi keren abis, kulitnya bersih, anak orang kaya, dll, padahal belum tentu dia nggak punya penyakit menular seksual. Nah jadi pacaran yang sehat salah satunya adalah tidak menimbulkan kehamilan yang tidak diinginkan, penyakit, dan gangguan fisik lainnya (selaput dara robek, dll).
3. Sehat secara Sosial
Kadang kalo kita lihat orang pacaran di tempat umum bisa bikin kita jengah sendiri deh! Anak SMU pacaran di halte bus kota, sambil ciuman nggak peduli banyak orang ngelihat. Bukannya sirik ya, tapi perilaku kayak gitu nggak pantas deh! Orang orang yang lebih dewasa malah lebih seru lagi. Kadang saya pikir, jangan jangan mereka tuh emang sengaja pamer kali ya?
Jangan lupa bahwa kita hidup di masyarakat yang memiliki norma dan adat istiadat yang berlaku umum di lingkungan kita. Sebagai anggota sebuah masyarakat ( kecuali kamu tinggal di pulau terpencil kayak Tom Hanks di film “out cast”) kamu harus menghargai norma yang berlaku disitu. Jangan mentang mentang kata orang “dunia hanya milik kita berdua” terus orang lain disekitarnya bener bener dicuekin. Pulang ngapel larut malem melebihi jam malam di kawasan kita, juga suka bikin sebel masyarakat, biasanya ortu bakal keberatan dan jangan jangan gara gara dianggap nggak sopan kita malah dilarang pacaran sama mereka. Kalau gaya pacaran kita udah bikin masalah di lingkungan, berarti pacaran kita udah nggak sehat.
Selain Norma masyarakat kita juga punya norma Agama. Agama juga memberikan batasan batasan bagi kita dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis. Jadi temen temen, sehat secara social dalam pacaran juga musti dijamin. Yang namanya nama baik tuh sulit didapat atau dipertahankan. Jangan hanya gara gara kita lagi hepi kita jadi kehilangan nama baik dan nggak diterima di masyarakat kita sendiri.
Ketakutan nggak punya pacar bisa bikin remaja pada nekat lho! “Pokoknya dapet pacar, siapa aja, asal mau sama gue..” hehehehe…gimana kalo pacarmu penjahat? Atau lebih gawat lagi kalo lama nggak dapat dapat, maka rasa percaya diri makin lama makin ilang, kita jadi minder, menutup diri, dan sedih bekepanjangan. Terus ada juga mereka yang “beruntung” punya pacar cakep, saking bersyukurnya apa aja kemauan pacar dikabulkannya, gara gara takut “lepas”. Jadi yang namanya pacaran tuh ternyata gampang gampang susah. Jaman sekarang orang pacaran banyak banget godaannya (apalagi pacaran, nggak punya pacar godaannya juga udah banyak!). Tiap hari ada aja cerita tentang orang pacaran terus “kecelakaan”, maksudnya hamil nggak sengaja, terpaksa nikah, aborsi, jadi korban pelecehan pacar sendiri, jadi stress karena back street, kena penyakit kelamin, dll. Duuuh…emang pacaran bisa sampai ngeri gitu akibatnya?
Jangan salah bung! Survey sudah banyak membuktikan! Kasus aborsi di Indonesia yang dilakukan oleh remaja dibawah 24 menunjukkan 35 % dari seluruh jumlah kasus, dan hal ini terus meningkat. Kasus perkosaan, pelecehan seksual oleh pacar sendiri juga udah banyak menghiasi surat kabar. Bunuh diri karena putus cinta juga udah kita denger sejak jaman nenek moyang. Nah kalo begini kejadiannya, kita memang bener bener harus menerapkan perilaku remaja bertanggung jawab.
Pacaran atau tidak itu adalah sebuah pilihan. Nggak ada lagi aturan yang mengatakan bahwa remaja tuh nggak gaul kalo nggak pacaran. Kalau nggak pengen pacaran, ya kita nggak usah pacaran. Orang pacaran musti jelas motivasinya, dan harus positif. Kalo nggak, mending nggak usah aja. Jangan salah mengartikan gaul ya. Yang namanya gaul tuh justru mereka yang percaya diri, berprestasi, tahu apa yang dia mau, dan tentu saja tahu bagaimana mengemukakan keberatan kalo dia memang nggak mau.
Nah kalo kita mau pacaran, pastikan deh gaya pacaran kita itu masuk kategori pacaran sehat. Yang namanya pacaran sehat bukan berarti tiap kali ngapel kita sambil push-up, main basket atau senam aerobic lho! Pacaran sehat itu berarti pacaran yang tidak “bikin penyakit”. Maksudnya pacaran yang bertanggung jawab, jelas tujuannya, dan tidak merugikan satu sama lain.
Lebih detail lagi, pacaran sehat bisa dijelaskan begini:
1. Sehat secara psikologis
Pacaran biasanya tujuannya untuk saling mengenal satu sama lain. Buat remaja kayak kita kita, pacaran biasanya identik dengan hepi hepi. Bisa saling mengekspresikan rasa sayang, cinta, saling memberi dukungan, dan pokoknya ada temen yang asik punya untuk diajak kemana mana. Pacaran menjadi tidak sehat kalau mulai main paksa paksaan, cemburu berlebihan, terlalu posesif, berantem terus, pokoknya bukannya hepi hepi yang didapat, tapi malah bikin stress, ketakutan, tertekan, selalu terpaksa, dll.
Belum kalau bermasalah dengan ortu. Misalnya ortu nggak setuju, entah karena ortu menganggap belum waktunya, nggak dipercaya bisa membawa diri, atau hanya sekedar ortu nggak suka sama pacar kita dan akhirnya kita backstreet. Jelas Backstreet bisa bikin kita sakit kapala, stress dan khawatir terus menerus, takut ketahuan.
2. Sehat Secara fisik
Biasanya yang paling ditakutkan ortu kalau kita pacaran adalah bahwa kita tidak bisa menjaga diri kita agar “tetap utuh”. Karena ortu tahu dan masih inget bagaimana yang namanya remaja itu sangat bergejolak, selalu pengen coba coba, dan mudah terpengaruh. Banyak remaja perempuan hamil karena pengen coba coba dan nggak bisa menolak bujukan pacar. Remaja cowok juga banyak yang terpengaruh pandangan bahwa kalau belum bisa menggaet cewek berarti dia cowok memble. Akhirnya gara gara mereka berdua nggak punya “kekuatan” untuk menjadi diri sendiri, jadinya tergelincir, coba coba melakukan hubungan seksual dan akhirnya menyesal seumur hidup. Tadinya hubungan seks pertama yang mereka pikir bakal indah tidak terlupakan, ternyata memang bener bener tak terlupakan, saking nyeselnya…..
Kehamilan hanya salah satu resiko. Belum kalau kena PMS (Penyakit Menular seksual). Ingat ya, udah nggak jamannya lagi ngelihat kebersihan seseorang hanya dari penampilan luar. Tampaknya sih dari luar doi keren abis, kulitnya bersih, anak orang kaya, dll, padahal belum tentu dia nggak punya penyakit menular seksual. Nah jadi pacaran yang sehat salah satunya adalah tidak menimbulkan kehamilan yang tidak diinginkan, penyakit, dan gangguan fisik lainnya (selaput dara robek, dll).
3. Sehat secara Sosial
Kadang kalo kita lihat orang pacaran di tempat umum bisa bikin kita jengah sendiri deh! Anak SMU pacaran di halte bus kota, sambil ciuman nggak peduli banyak orang ngelihat. Bukannya sirik ya, tapi perilaku kayak gitu nggak pantas deh! Orang orang yang lebih dewasa malah lebih seru lagi. Kadang saya pikir, jangan jangan mereka tuh emang sengaja pamer kali ya?
Jangan lupa bahwa kita hidup di masyarakat yang memiliki norma dan adat istiadat yang berlaku umum di lingkungan kita. Sebagai anggota sebuah masyarakat ( kecuali kamu tinggal di pulau terpencil kayak Tom Hanks di film “out cast”) kamu harus menghargai norma yang berlaku disitu. Jangan mentang mentang kata orang “dunia hanya milik kita berdua” terus orang lain disekitarnya bener bener dicuekin. Pulang ngapel larut malem melebihi jam malam di kawasan kita, juga suka bikin sebel masyarakat, biasanya ortu bakal keberatan dan jangan jangan gara gara dianggap nggak sopan kita malah dilarang pacaran sama mereka. Kalau gaya pacaran kita udah bikin masalah di lingkungan, berarti pacaran kita udah nggak sehat.
Selain Norma masyarakat kita juga punya norma Agama. Agama juga memberikan batasan batasan bagi kita dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis. Jadi temen temen, sehat secara social dalam pacaran juga musti dijamin. Yang namanya nama baik tuh sulit didapat atau dipertahankan. Jangan hanya gara gara kita lagi hepi kita jadi kehilangan nama baik dan nggak diterima di masyarakat kita sendiri.
Nah temen temen, untuk dianggap
berpacaran dengan sehat dan bertanggung jawab, ketiga criteria itu musti
dipenuhi, nggak boleh setengah setengah. Banyak memang pertimbangan
yang harus kita ambil kalau kita mau pacaran. Saya tahu temen temen
paham bahwa pacaran juga ada positifnya. Ada juga (mungkin banyak)
manfaatnya yang bisa kita dapatkan. Makanya kalau mau pacaran musti
jelas deh motivasinya, jangan sekedar ikut berpartisipasi gara gara
semua temen di gank kita pada pacaran semua, atau gara gara takut
dianggap nggak laku, nggak gaul, atau takut dianggap nggak jantan.
Percaya deh…pendapat pendapat kayak gitu tuh menyesatkan. Yang paling
oke adalah jadi diri sendiri, yakin dengan pilihan, dan bertanggung
jawab dengan pilihan tersebut. Buat kalian yang udah pada pacaran, coba
deh di kaji lagi gaya pacaran kalian, sudah sehat atau baru setengah
sehat, atau jangan jangan nggak sehat sama sekali. Sebelum terlanjur,
cepet gih ambil keputusan!
Kontritor : Rafi
06 Maret 2012
Anak yang Pintar Main Puzzle
Jakarta, Hobi memainkan puzzle di masa kecil bisa
memberi petunjuk terkait bakat anak di masa yang akan datang. Anak-anak
yang pintar menyelesaikan puzzle sejak usia 2-4 tahun, saat dewasa
cenderung lebih berbakat menjadi seorang insinyur.
Susan Levine, seorang pengamat kecerdasan pada anak dari University of Chicago mengatakan permainan puzzle atau bongkar pasang mencerminkan kemampuan spasial. Dengan memiliki kemampuan ini, anak-anak lebih pintar memikirkan obyek-obyek atau benda 3 dimensi.
Kemampuan ini juga dibutuhkan ketika anak-anak tersebut bercita-cita untuk bekerja di bidang teknik. Mau tidak mau, seorang insinyur teknik akan banyak berurusan dengan obyek-obyek 3 dimensi sehingga kemampuan spasial tentunya sangat dibutuhkan.
Untuk membuktikan hubungannya dengan permainan puzzle, Levine mengamati 53 pasangan anak dan orangtua dari berbagai latar belakang. Hasil pengamatan menunjukkan, anak-anak yang pintar memainkan puzzle di usia 26-46 bulan cenderung memilliki kemampuan spasial yang lebih baik di usia 54 bulan.
"Anak-anak yang pandai memainkan puzzle berpikir dengan lebih efisien ketika disuruh memutar-mutar obyek dan menerjemahkan bentuk," kata Levine dalam laporannya di jurnal Developmental Science, seperti dikutip dari Medicinenet, Selasa (6/3/2012).
Levine menambahkan, anak-anak yang terampil memainkan puzzle tidak hanya berbakat di bidang teknik saja. Di bidang lain yang membutuhkan kemampuan berpikir tentang obyek-obyek 3 dimensi juga akan terasa lebih mudah baginya seperti matematika dan ilmu pengetahuan alam.
Dalam peneltiannya tersebut, Levine juga mengungkap bahwa orangtua dengan status ekonomi lebih tinggi lebih sering memberikan permainan puzzle ke anak-anaknya. Selain itu, anak laki-laki cenderung lebih memilih permainan puzzle yang lebih rumit daripada anak perempuan.
Sumber: http://health.detik.com
Susan Levine, seorang pengamat kecerdasan pada anak dari University of Chicago mengatakan permainan puzzle atau bongkar pasang mencerminkan kemampuan spasial. Dengan memiliki kemampuan ini, anak-anak lebih pintar memikirkan obyek-obyek atau benda 3 dimensi.
Kemampuan ini juga dibutuhkan ketika anak-anak tersebut bercita-cita untuk bekerja di bidang teknik. Mau tidak mau, seorang insinyur teknik akan banyak berurusan dengan obyek-obyek 3 dimensi sehingga kemampuan spasial tentunya sangat dibutuhkan.
Untuk membuktikan hubungannya dengan permainan puzzle, Levine mengamati 53 pasangan anak dan orangtua dari berbagai latar belakang. Hasil pengamatan menunjukkan, anak-anak yang pintar memainkan puzzle di usia 26-46 bulan cenderung memilliki kemampuan spasial yang lebih baik di usia 54 bulan.
"Anak-anak yang pandai memainkan puzzle berpikir dengan lebih efisien ketika disuruh memutar-mutar obyek dan menerjemahkan bentuk," kata Levine dalam laporannya di jurnal Developmental Science, seperti dikutip dari Medicinenet, Selasa (6/3/2012).
Levine menambahkan, anak-anak yang terampil memainkan puzzle tidak hanya berbakat di bidang teknik saja. Di bidang lain yang membutuhkan kemampuan berpikir tentang obyek-obyek 3 dimensi juga akan terasa lebih mudah baginya seperti matematika dan ilmu pengetahuan alam.
Dalam peneltiannya tersebut, Levine juga mengungkap bahwa orangtua dengan status ekonomi lebih tinggi lebih sering memberikan permainan puzzle ke anak-anaknya. Selain itu, anak laki-laki cenderung lebih memilih permainan puzzle yang lebih rumit daripada anak perempuan.
Sumber: http://health.detik.com
Nama-nama Makanan Akan Terbaca Lebih Jelas
Jakarta, Biasanya ketika orang sedang sangat lapar,
maka di dalam kepalanya pasti hanya terpikir soal makanan. Karenanya
wajar jika penelitian terbaru membuktikan, orang lapar bisa membaca
lebih jelas jika tulisannya adalah nama-nama makanan.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Psychological Science tersebut menunjukkan, perubahan fungsi otak saat lapar bisa memperngaruhi kemampuan mata dalam melihat. Tidak secara keseluruhan terpengaruh, hanya bagian tertentu yakni saat membaca tulisan tertentu saja.
Hubungan antara isi kepala dengan fungsi panca indra sebenarnya sudah sejak lama menjadi bahasan menarik bagi para ahli psikologi. Sebelumnya, berbagai penelitian membuktikan banyak hal termasuk bahwa koin uang logam akan tampak lebih besar ukurannya di mata orang miskin.
Namun kali ini, perubahan fungsi panca indra terjadi dengan sangat spesifik yakni pada mata khususnya saat membaca tulisan yang berhubungan dengan nama makanan. Tulisan lain tampak kurang jelas karena lapar, namun khusus nama makanan justru tampak semakin jelas.
Dalam penelitian ini, Remi Radel dari University of Nice Sophia-Antipolis merekrut 42 mahasiswa yang disuruhnya datang ke laboratorium dalam kondisi belum makan selama 3-4 jam. Sesampainya di laboratorium, para partisipan dibagi menjadi 2 kelompok.
Kelompok pertama diberitahu bahwa percobaan diundur 10 menit, lalu dipersilahkan jalan-jalan dulu tetapi tetap tidak boleh makan. Saat partisipan dari kelompok pertama keluar, partisipan di kelompok kedua diberi makan siang sampai semuanya kenyang.
Setelah semua berkumpul, seluruh partisipan diminta mengamati layar komputer yang menayangkan 80 kata masing-masing dengan kecepatan 1/300 detik. Saat dibandingkan, partisipan yang belum makan mampu menyebutkan lebih banyak nama makanan dari 80 kata yang ditampilkan daripada yang sudah makan.
"Ini sangat luar biasa. Ternyata orang-orang benar-benar dapat merasakan apa yang mereka butuhkan dan sedang mereka perjuangkan. Ada sesuatu dalam diri manusia yang memilah informasi, sehingga hidup menjadi lebih mudah," kata Radel seperti dikutip dari Medicalnewstoday, Senin (5/3/2012).
Sumber:http: //health.detik.com
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Psychological Science tersebut menunjukkan, perubahan fungsi otak saat lapar bisa memperngaruhi kemampuan mata dalam melihat. Tidak secara keseluruhan terpengaruh, hanya bagian tertentu yakni saat membaca tulisan tertentu saja.
Hubungan antara isi kepala dengan fungsi panca indra sebenarnya sudah sejak lama menjadi bahasan menarik bagi para ahli psikologi. Sebelumnya, berbagai penelitian membuktikan banyak hal termasuk bahwa koin uang logam akan tampak lebih besar ukurannya di mata orang miskin.
Namun kali ini, perubahan fungsi panca indra terjadi dengan sangat spesifik yakni pada mata khususnya saat membaca tulisan yang berhubungan dengan nama makanan. Tulisan lain tampak kurang jelas karena lapar, namun khusus nama makanan justru tampak semakin jelas.
Dalam penelitian ini, Remi Radel dari University of Nice Sophia-Antipolis merekrut 42 mahasiswa yang disuruhnya datang ke laboratorium dalam kondisi belum makan selama 3-4 jam. Sesampainya di laboratorium, para partisipan dibagi menjadi 2 kelompok.
Kelompok pertama diberitahu bahwa percobaan diundur 10 menit, lalu dipersilahkan jalan-jalan dulu tetapi tetap tidak boleh makan. Saat partisipan dari kelompok pertama keluar, partisipan di kelompok kedua diberi makan siang sampai semuanya kenyang.
Setelah semua berkumpul, seluruh partisipan diminta mengamati layar komputer yang menayangkan 80 kata masing-masing dengan kecepatan 1/300 detik. Saat dibandingkan, partisipan yang belum makan mampu menyebutkan lebih banyak nama makanan dari 80 kata yang ditampilkan daripada yang sudah makan.
"Ini sangat luar biasa. Ternyata orang-orang benar-benar dapat merasakan apa yang mereka butuhkan dan sedang mereka perjuangkan. Ada sesuatu dalam diri manusia yang memilah informasi, sehingga hidup menjadi lebih mudah," kata Radel seperti dikutip dari Medicalnewstoday, Senin (5/3/2012).
Sumber:http: //health.detik.com
Obat Grafamic
Grafamic mengandung asam mefenamat. Asam mefenamat adalah obat anti
inflamasi nonsteroid (NSAID) yang digunakan untuk mengobati nyeri ringan
hingga sedang. Obat NSAID lainnya termasuk ibuprofen, indometacin,
naproxen, dan diklofenak. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati
kram menstruasi dan kondisi lain yang ditentukan oleh dokter.
Obat ini hanya dapat diperoleh dengan resep dokter. Sebuah zat di dalam
tubuh yang disebut siklooksigenase terlibat dalam produksi berbagai
bahan kimia dalam tubuh, termasuk prostaglandin. Prostaglandin
diproduksi sebagai respon terhadap cedera dan penyakit serta kondisi
tertentu. Prostaglandin menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan peradangan.
Asam mefenamat bekerja dengan menghalangi aksi siklooksigenase sehingga
menghentikan produksi bahan kimia yang merupakan iritan.
2. Sakit gigi,
3. Sakit kepala.
4. Meredakan nyeri post operasi.
Dewasa dan anak lebih dari 14 tahun Dosis awal: 500 mg. Dosis lanjutan: 250 mg tiap 6 jam.
Sumber: MayoClinic, dari berbagai sumber
Indikasi
1. Meredakan nyeri dismenore.2. Sakit gigi,
3. Sakit kepala.
4. Meredakan nyeri post operasi.
Dewasa dan anak lebih dari 14 tahun Dosis awal: 500 mg. Dosis lanjutan: 250 mg tiap 6 jam.
Sumber: MayoClinic, dari berbagai sumber
Komposisi
Mengandung asam mefenamat.Corstanal mengandung asam mefenamat
Corstanal mengandung asam mefenamat. Asam mefenamat adalah obat anti
inflamasi nonsteroid (NSAID) yang digunakan untuk mengobati nyeri ringan
hingga sedang. Obat NSAID lainnya termasuk ibuprofen, indometacin,
naproxen, dan diklofenak. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati
kram menstruasi dan kondisi lain yang ditentukan oleh dokter.
Obat ini hanya dapat diperoleh dengan resep dokter. Sebuah zat di dalam
tubuh yang disebut siklooksigenase terlibat dalam produksi berbagai
bahan kimia dalam tubuh, termasuk prostaglandin. Prostaglandin
diproduksi sebagai respon terhadap cedera dan penyakit serta kondisi
tertentu. Prostaglandin menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan peradangan.
Asam mefenamat bekerja dengan menghalangi aksi siklooksigenase sehingga
menghentikan produksi bahan kimia yang merupakan iritan.
2. Meredakan nyeri traumatik
3, Nyeri rematik otot
4. Nyeri pasca operasi
5. Sakit pascapersalinan
6. Dismenore
7. Sakit kepala
8. Sakit gigi
9. Sebagai agen antipiretik dalam kondisi demam
Dismenore: 500 mg 3 kali sehari. Sumber: MayoClinic, dari berbagai sumber
Sumber : http://health.detik.com
Indikasi
1. Menghilangkan nyeri ringan hingga sedang dalam kondisi akut dan kronis2. Meredakan nyeri traumatik
3, Nyeri rematik otot
4. Nyeri pasca operasi
5. Sakit pascapersalinan
6. Dismenore
7. Sakit kepala
8. Sakit gigi
9. Sebagai agen antipiretik dalam kondisi demam
Dosis
Dewasa Dosis awal: 500 mg. Dosis lanjutan: 250 mg tiap 6 jam sesuai kebutuhan.Dismenore: 500 mg 3 kali sehari. Sumber: MayoClinic, dari berbagai sumber
Komposisi
Mengandung asam mefenamat.Sumber : http://health.detik.com
Ini Dia Nutrisi-nutrisi Pengusir Galau
Jakarta, Makanan tidak hanya dapat mengenyangkan perut
dan memuaskan rasa lapar, tetapi juga bisa mempengaruhi suasana hati.
Rasa senang, bahagia, sedih dan galau bisa berpengaruh dari apa yang
Anda masukkan ke dalam tubuh. Makanan tertentu dapat membuat Anda
bahagia dan mengusir galau.
Makanan dapat mempengaruhi mood atau suasana hati seseorang, tergantung bagaimana Anda menggunakannya. Ada makanan tertentu yang akan menambah positif pikiran, sementara ada pula yang menyebabkan efek sebaliknya.
Makanan yang berasal dari gula dan pati biasanya akan dapat meningkatkan suasana hati karena mampu melepaskan serotonin yang berasal dari triptofan (asam amino). Hormon ini dapat mengurangi depresi.
Berikut 5 makanan yang dapat mengusir perasaan galau dan membuat Anda bahagia, seperti dilansir Geniusbeauty, Selasa (6/3/2012):
1. Ikan melindungi dari depresi
Studi telah menunjukkan bahwa orang yang hidup di negara dengan ikan adalah bagian integral dari diet, memiliki tingkat terendah depresi, gangguan bipolar, depresi pasca-melahirkan dan gangguan afektif musiman.
Hal ini karena ikan banyak mengandung asam lemak omega-3. Studi yang dilakukan pada tahun 2008, menunjukkan bahwa pengobatan depresi dengan minyak ikan bisa sama efektifnya dengan obat Prozacpopuler yang di seluruh dunia.
2. Tomat melawan depresi
Senyawa yang disebut lycopene tidak hanya bertanggung jawab untuk warna merah dari tomat, tetapi juga meningkatkan suasana hati, mencegah pembentukan senyawa peradangan di otak yang berkaitan dengan depresi.
Tomat mengandung zat peningkat mood lain, seperti asam folat, magnesium, besi dan vitamin B6, yang penting untuk produksi zat neurotransmiter otak, seperti serotonin, dopamin dan norepinefrin.
3. Buah bit merah sebagai antidepresan
Buah bit adalah sumber vitamin B, yang dibutuhkan oleh otak untuk fungsi yang baik dari memori, humor yang baik, kemampuan untuk dengan cepat menemukan informasi dan memprosesnya. Buah bit juga mengandung betaine, suatu senyawa yang otak gunakan untuk membuat antidepresan alami.
4. Cabai dan bawang putih yang memproduksi endorfin
Cabai menghasilkan panas karena capsaicin yang terkandung di dalamnya. Dengan reaksi lemak molekul dalam darah, otak memproduksi endorfin (senyawa alami yang memiliki efek menenangkan).
Selain itu, bawang putih juga mengandung sejumlah besar kromium, yang mempengaruhi regulasi serotonin, yang dikenal sebagai zat kimia 'bahagia'.
5. Madu memberikan tenaga
Berbeda dengan gula yang tidak berguna dan bahkan berbahaya, madu mengandung vitamin B, asam folat, zat besi, mangan dan 181 senyawa biologis aktif yang berbeda, seperti quercetin dan asam caffeic, yang dapat meningkatkan produksi energi di otak.
Sumber : http://health.detik.com
Makanan dapat mempengaruhi mood atau suasana hati seseorang, tergantung bagaimana Anda menggunakannya. Ada makanan tertentu yang akan menambah positif pikiran, sementara ada pula yang menyebabkan efek sebaliknya.
Makanan yang berasal dari gula dan pati biasanya akan dapat meningkatkan suasana hati karena mampu melepaskan serotonin yang berasal dari triptofan (asam amino). Hormon ini dapat mengurangi depresi.
Berikut 5 makanan yang dapat mengusir perasaan galau dan membuat Anda bahagia, seperti dilansir Geniusbeauty, Selasa (6/3/2012):
1. Ikan melindungi dari depresi
Studi telah menunjukkan bahwa orang yang hidup di negara dengan ikan adalah bagian integral dari diet, memiliki tingkat terendah depresi, gangguan bipolar, depresi pasca-melahirkan dan gangguan afektif musiman.
Hal ini karena ikan banyak mengandung asam lemak omega-3. Studi yang dilakukan pada tahun 2008, menunjukkan bahwa pengobatan depresi dengan minyak ikan bisa sama efektifnya dengan obat Prozacpopuler yang di seluruh dunia.
2. Tomat melawan depresi
Senyawa yang disebut lycopene tidak hanya bertanggung jawab untuk warna merah dari tomat, tetapi juga meningkatkan suasana hati, mencegah pembentukan senyawa peradangan di otak yang berkaitan dengan depresi.
Tomat mengandung zat peningkat mood lain, seperti asam folat, magnesium, besi dan vitamin B6, yang penting untuk produksi zat neurotransmiter otak, seperti serotonin, dopamin dan norepinefrin.
3. Buah bit merah sebagai antidepresan
Buah bit adalah sumber vitamin B, yang dibutuhkan oleh otak untuk fungsi yang baik dari memori, humor yang baik, kemampuan untuk dengan cepat menemukan informasi dan memprosesnya. Buah bit juga mengandung betaine, suatu senyawa yang otak gunakan untuk membuat antidepresan alami.
4. Cabai dan bawang putih yang memproduksi endorfin
Cabai menghasilkan panas karena capsaicin yang terkandung di dalamnya. Dengan reaksi lemak molekul dalam darah, otak memproduksi endorfin (senyawa alami yang memiliki efek menenangkan).
Selain itu, bawang putih juga mengandung sejumlah besar kromium, yang mempengaruhi regulasi serotonin, yang dikenal sebagai zat kimia 'bahagia'.
5. Madu memberikan tenaga
Berbeda dengan gula yang tidak berguna dan bahkan berbahaya, madu mengandung vitamin B, asam folat, zat besi, mangan dan 181 senyawa biologis aktif yang berbeda, seperti quercetin dan asam caffeic, yang dapat meningkatkan produksi energi di otak.
Sumber : http://health.detik.com
05 Maret 2012
Bayi Tabung Makin Disuka
Perth, Dalam 10 tahun mendatang, diperkirakan tingkat
keberhasilan bayi tabung akan lebih tinggi dari hubungan seks secara
alami. Jika sejak sekarang saja peminat bayi tabung makin banyak, apakah
ini tandanya manusia sudah bosan bercinta?
Barangkali tidak benar-benar bosan bercinta, namun bukan tidak mungkin manusia akan berhenti berhubungan seks kalau tujuannya hanya untuk punya keturunan. Untuk dinikmati sendiri tentu masih banyak yang melakukan, namun untuk tujuan reproduksi akan banyak yang beralih ke bayi tabung.
Pendapat ini disampaikan oleh seorang ahli reproduksi dari Murdoch University di Perth, Dr John Yovich. Menurutnya, hubungan seks secara alamiah kurang efisien dalam menghasilkan keturunan dibandingkan bayi tabung yang menurutnya sangat potensial untuk terus dikembangkan.
Alasan yang disampaikan oleh Dr Yovich antara lain, bayi tabung tidak mengenal batas usia. Sel telur dan sperma bisa diawetkan sampai kapanpun, lalu sewaktu-waktu bisa dikawinkan di laboratorium setelah kedua pasangan benar-benar siap untuk punya anak.
Untuk saat ini, tingkat keberhasilan pada berbagai teknik pembuahan berbantu yang salah satunya adalah bayi tabung memang hanya 50 persen. Namun dalam 5-10 tahun mendatang, diperkirakan akan meningkat jadi 100 kali lebih efisien dibandingkan melalui hubungan seks.
"Kelak pasangan di atas umur 40 tahun pasti melirik bayi tabung dulu sebelum mencoba untuk berhubungan seks secara alami, jika tujuannya adalah punya anak," kata Dr Yovich dalam sebuah laporan di jurnal Reproductive BioMedicine seperti dikutip dari Dailymail, Senin (5/3/2012).
Bukan tanpa alasan Dr Yovich mengatakan demikian, sebab menurut penelitian tingkat keberhasilan pembuahan melalui hubungan seks secara alami pada pasangan usia muda sekalipun hanya sekitar 25 persen. Saat kedua pasangan memasuki usia di atas 35 tahun, angkanya turun lagi menjadi 10 persen.
Sumber : http://health.detik.com
Barangkali tidak benar-benar bosan bercinta, namun bukan tidak mungkin manusia akan berhenti berhubungan seks kalau tujuannya hanya untuk punya keturunan. Untuk dinikmati sendiri tentu masih banyak yang melakukan, namun untuk tujuan reproduksi akan banyak yang beralih ke bayi tabung.
Pendapat ini disampaikan oleh seorang ahli reproduksi dari Murdoch University di Perth, Dr John Yovich. Menurutnya, hubungan seks secara alamiah kurang efisien dalam menghasilkan keturunan dibandingkan bayi tabung yang menurutnya sangat potensial untuk terus dikembangkan.
Alasan yang disampaikan oleh Dr Yovich antara lain, bayi tabung tidak mengenal batas usia. Sel telur dan sperma bisa diawetkan sampai kapanpun, lalu sewaktu-waktu bisa dikawinkan di laboratorium setelah kedua pasangan benar-benar siap untuk punya anak.
Untuk saat ini, tingkat keberhasilan pada berbagai teknik pembuahan berbantu yang salah satunya adalah bayi tabung memang hanya 50 persen. Namun dalam 5-10 tahun mendatang, diperkirakan akan meningkat jadi 100 kali lebih efisien dibandingkan melalui hubungan seks.
"Kelak pasangan di atas umur 40 tahun pasti melirik bayi tabung dulu sebelum mencoba untuk berhubungan seks secara alami, jika tujuannya adalah punya anak," kata Dr Yovich dalam sebuah laporan di jurnal Reproductive BioMedicine seperti dikutip dari Dailymail, Senin (5/3/2012).
Bukan tanpa alasan Dr Yovich mengatakan demikian, sebab menurut penelitian tingkat keberhasilan pembuahan melalui hubungan seks secara alami pada pasangan usia muda sekalipun hanya sekitar 25 persen. Saat kedua pasangan memasuki usia di atas 35 tahun, angkanya turun lagi menjadi 10 persen.
Sumber : http://health.detik.com
"Bullying" Memicu Anak Bunuh Diri
Kompas.com - Bullying atau penggunaan
kekuasaan untuk menyakiti seseorang banyak terjadi di lingkungan
sekolah. Perbuatan pemaksaan atau kekerasan ini berdampak negatif bukan
hanya pada orang yang menjadi korban tapi juga pelakunya. Bahkan bisa
memicu keinginan bunuh diri pada anak.
Dalam penelitian di Inggris terungkap anak-anak yang terus menerus di-bully beresiko enam kali lipat untuk berpikir bunuh diri dibandingkan dengan anak lain. Pikiran untuk bunuh diri itu kerap muncul saat mereka berusia 11 tahun.
Penelitian yang dimuat dalam Journal of the American Academy of Child and Adolescent Psychiatry ini dilakukan dengan menganalisa 6.000 anak berusia 4-10 tahun. Rata-rata anak yang menjadi korban dan pelaku bullying memiliki pikiran bunuh diri di usia 11-12 tahun.
Perbuatan bullying bisa berupa tindakan memukul, mendorong, mengejek, mengancam, menjuluki, meneror, menyebarkan desas-desus, mendiskriminasi, dan sebagainya. Selain melalui tatap muka, aksi bullying juga bisa melalui email atau media sosial yang berisi pesan-pesan yang menyinggung perasaan orang lain.
Selain merasa malu, sedih, dan takut, korban juga bisa memiliki perasaan rendah diri dan tidak berharga. Dampak psikologis yang lebih berat adalah kecemasan dan keinginan bunuh diri karena mereka tidak tahu harus meminta tolong kepada siapa, atau karena merasa malu.
Karena korban bullying kerap tidak meminta bantuan, orangtua harus lebih jeli memperhatikan sikap anak. Perilaku menghindari sekolah, terutama karena alasan yang tidak spesifik seperti sakit kepala atau sakit perut. Waspadai pula perubahan perilaku yang dialaminya seperti penurunan prestasi akademik, sulit tidur, dan tampak gelisah.
Dalam penelitian di Inggris terungkap anak-anak yang terus menerus di-bully beresiko enam kali lipat untuk berpikir bunuh diri dibandingkan dengan anak lain. Pikiran untuk bunuh diri itu kerap muncul saat mereka berusia 11 tahun.
Penelitian yang dimuat dalam Journal of the American Academy of Child and Adolescent Psychiatry ini dilakukan dengan menganalisa 6.000 anak berusia 4-10 tahun. Rata-rata anak yang menjadi korban dan pelaku bullying memiliki pikiran bunuh diri di usia 11-12 tahun.
Perbuatan bullying bisa berupa tindakan memukul, mendorong, mengejek, mengancam, menjuluki, meneror, menyebarkan desas-desus, mendiskriminasi, dan sebagainya. Selain melalui tatap muka, aksi bullying juga bisa melalui email atau media sosial yang berisi pesan-pesan yang menyinggung perasaan orang lain.
Selain merasa malu, sedih, dan takut, korban juga bisa memiliki perasaan rendah diri dan tidak berharga. Dampak psikologis yang lebih berat adalah kecemasan dan keinginan bunuh diri karena mereka tidak tahu harus meminta tolong kepada siapa, atau karena merasa malu.
Karena korban bullying kerap tidak meminta bantuan, orangtua harus lebih jeli memperhatikan sikap anak. Perilaku menghindari sekolah, terutama karena alasan yang tidak spesifik seperti sakit kepala atau sakit perut. Waspadai pula perubahan perilaku yang dialaminya seperti penurunan prestasi akademik, sulit tidur, dan tampak gelisah.
4 Aktivitas Bikin Otak Tetap Tokcer
KOMPAS.com - Sebuah riset terbaru yang melibatkan hampir 7.000 pegawai negeri sipil Inggris mengungkapkan bahwa fungsi otak manusia akan menurun setelah memasuki usia 45 tahun. Temuan ini sekaligus membantah riset sebelumnya yang menyebutkan bahwa fungsi otak menurun pada usia 60 tahun.
Dr Michael Merzenich, profesor emeritus dari University of California, San Francisco Amerika Serikat, mengatakan, penurunan fungsi otak pada perempuan cenderung lebih lambat ketimbang pria karena perbedaan hormonal. Tapi apabila wanita telah melalui masa menopause, penurunan kognitifnya lamban laun akan setara dengan laki-laki memasuki usia 65 tahun, kata Merzenich.
Merzenich, yang juga CEO Scientific Learning Corporation dan Posit Science, telah mempelajari plastisitas otak selama bertahun-tahun. Perusahaannya telah mengembangkan program perangkat lunak untuk menguji dan memperkuat otak - semacam alat untuk "olahraga otak" dan dia menyamakan dengan latihan untuk tubuh. Plastisitas otak (neuroplasticity) adalah kemampuan otak melakukan reorganisasi dalam bentuk adanya interkoneksi baru pada saraf
"Anda benar-benar dapat melatih otak secara sistematis untuk menyempurnakan dan memperkuat kemampuannya dengan bentuk latihan intensif," katanya.
Merzenich mengatakan bahwa ada cara yang lebih sederhana untuk membantu meningkatkan fungsi otak, termasuk daya ingat, pengolahan, dan persepsi melalui kegiatan sehari-hari berikut ini:
1. Membaca
Selain memperluas wawasan dan informasi, membaca juga dapat membantu meningkatkan fungsi otak. Riset 2009 yang dilakukan para ahli di Mayo Clinic menunjukkan bahwa membaca memberikan pengaruh positif khususnya pada orang dewasa setengah baya dan lebih tua. Membaca buku dan kegiatan kognitif lainnya dapat menurunkan risiko gangguan kognitif ringan (MCI), yang berhubungan dengan penyakit Alzheimer.
2. Berjalan dan melihat sekitar
Mengasah fungsi otak bisa dilakukan dengan cara yang sederhana, misalnya berjalan. Cobalah berjalan di sekitar lingkungan rumah Anda dan rekam semua yang Anda lihat. Setelah sampai di rumah, rekonstruksikan kembali secara rinci rute perjalanan dan segala macam hal yang Anda lihat.
"Ini adalah bentuk latihan mental yang sangat penting karena membuat mesin otak kita tetap hidup," kata Merzenich
3. Belajar sesuatu yang baru
Melakukan sebuah aktivitas yang baru dan belum pernah Anda lakukan sebelumnya terutama yang merangsang kerja otak patut Anda coba. Bermain catur atau mengisi TTS (teka teki silang) adalah salah satu bentuk permainan yang cukup menantang fungsi kognitif Anda. "Otak adalah mesin belajar dan pada dasarnya perlu belajar baru," katanya.
4. Ikut kegiatan sosial
Ikut terlibat dalam setiap kegiatan sosial sehari-hari sangat penting tidak hanya untuk menjauhkan Anda dari rasa kesepian tetapi juga untuk melatih bagian terpenting dari otak yang didedikasikan untuk kognisi sosial.
"Terlibat dalam sebuah kegiatan sosial sangat bernilai. Cara ini terbukti baik untuk kesehatan otak Anda," katanya.
Pencegahan Insomnia
Setiap manusia membutuhkan waktu tidur kurang lebih sekitar 1/3 waktu hidupnya atau sekitar 6-8 jam sehari. Secara alami dan otomatis jika tubuh lelah maka kita akan merasa mengantuk sehingga memaksa tubuh kita untuk beristirahat secara fisik dan mental.
Menurut penelitian, orang yang tidur
selama 6,5 sampai 7,5 jam dalam sehari akan memiliki hidup yang lebih
panjang dari pada yang tidurnya hanya memakan waktu kurang dari 6,5 jam
atau lebih dari 8 jam perhari.
Insomnia dapat diartikan sebagai suatu
keadaan yang mana seseorang mengalami kesulitan untuk tidur atau tidak
dapat tidur dengan nyenyak. Rata-rata setiap orang pernah mengalami
insomnia sekali dalam hidupnya. Bahkan ada yang lebih ekstrim
menyebutkan 30 – 50% populasi mengalami insomnia.
Insomnia dapat menyerang semua golongan
usia. Meskipun demikian, angka kejadian insomnia akan meningkat seiring
dengan bertambahnya usia. Hal ini mungkin disebabkan oleh stress yang
sering menghinggapi orang yang berusia lebih tua. Disamping itu,
perempuan dikatakan lebih sering menderita insomnia bila dibandingkan
laki-laki.
untuk cara mengatasi insomnia, sebaiknya
hindari kafein dalam segala bentuk setelah makan siang seperti
kopi,the,coklat,cola dan beberapa minuman ringan lainnya yang mengandung
stimulan ini, begitu pula obat-obatan yang dijual bebas atau harus
ditebus dengan resep dokter, periksalah terlebih dahulu label
komposisinya. Gunakan cara terakhir yang jika anda terkena imsomniak
sukar tidur. cara mengatasi insomnia selanjutnya adalah menghitung
secara perlahan serupa dengan aktivitas hipnotis. Dengan membayangkan
citra monoton yang terus menerus, mungkin akan membuat anda bosan dan
akhirnya dapat tidur. Selanjutnya, cara mengatasi insomnia adalah
hilangkan semua kecemasan ketika tidur, jangan biarkan diri Anda
memikirkan kesalahan yang telah Anda perbuat tadi siang. Berikutnya cara
mengatasi insomnia adalah dengan mengatur ruang tidur senyaman mungkin.
Lalu, ciptakan suasana yang tenang dan gelap, dan gunakanlah bantal
atau selimut yang bersih dan segar dan jaga suhu ruangan senyaman
mungkin (jangan terlalu panas atau dingin). Cara mengatasi insomnia
selanjutnya adalah dengan mengindari mengkonsumsi barang-barang
terlarang, semacam minuman keras, narkotika, dsb. Sebab hal tersebut
akan mengganggu fungsi organ tubuh dan persarafan secara normal.
Kemudian anda pun dapat melakukan pencegahan dengan cara di bawah ini :
* Hindari makan dan minum terlalu banyak
menjelang tidur. Makanan yang terlalu banyak akan menyebabkan perut
menjadi tidak nyaman, sementara minum yang terlalu banyak akan
menyebabkan anda sering ke belakang untuk buang air kecil. Sudah tentu
kedua keadaan ini akan menganggu kenyenyakan tidur anda.
* Tidurlah dalam lingkungan yang nyaman.
Saat tidur, matikan lampu, matikan hal-hal yang menimbulan suara,
pastikan anda nyaman dengan suhu ruangan tidur anda. Jauhkan jam meja
dari pandangan anda karena benda itu dapat membuat anda cemas karena
belum dapat terlelap sementara jarum jam kian larut.
* Gunakanlah tempat tidur anda khusus
untuk tidur. Hal ini akan membantu tubuh anda menyesuaikan diri dengan
lingkungan tempat tidur. Saat anda berbaring di tempat tidur, maka akan
timbul rangsangan untuk tidur.
* Tidur dan bangunlah dalam periode waktu
yang teratur setiap hari. Waktu tidur yang kacau akan mengacaukan waktu
tidur anda selanjutnya.
* Makanlah makanan ringan yang mengandung
sedikit karbohidrat menjelang tidur, bila tersedia, tambahkan dengan
segelas susu hangat.
* Kurangi mengkonsumsi minuman yang
bersifat stimulan atau yang membuat anda terjaga seperti teh, kopi,
alkohol dan rokok. Minuman ini akan menyebabkan anda terjaga yang tentu
saja tidak anda perlukan bila anda ingin tidur.
* Mandilah dengan air hangat 30 menit
atau 1 jam sebelum tidur. Mandi air hangat akan menyebabkan efek sedasi
atau merangsang tidur. Selain itu, mandi air hangat juga mengurangi
ketengangan tubuh.
* Berolah raga yang teratur dapat
membantu orang yang mengalami masalah dengan tidur. Olah raga sebaiknya
dilakukan pada pagi hari dan bukan beberapa menit menjelang tidur.
Dengan berolah raga, kesehatan anda menjadi lebih optimal sehingga tubuh
dapat melawan stress yang muncul dengan lebih baik.
* Lakukan aktivitas relaksasi secara
rutin. Mendengarkan musik, melatih pernafasan, meditasi dan lain lain
akan membantu memperlambat proses yang terjadi dalam tubuh sehingga
tubuh anda menjadi lebih santai. Keadaan ini akan mempemudah anda untuk
tidur.
* Hentikan menonton TV atau membaca buku, setidaknya 1 jam sebelum tidur.
Itulah beberapa tips mengatasi susah
tidur anda. Ingatlah selalu bahwa tidur merupakan kebutuhan pokok tubuh
untuk pertumbuhan dan memperbaiki fungsi organ yang terganggu. Dengan
waktu tidur yang cukup, maka kita akan merasa segar bugar ketika bangun
pagi dan siap melakukan berbagai aktifitas sepanjang hari dari pagi
hingga malam.
Normalnya
manusia tidur pada saat malam hari hingga pagi hari, namun tidak jarang
ada orang yang bisa tidur dari siang sampai malam hari karena tuntutan
pekerjaan atau karena sudah terbiasa.
Insomnia bukan merupakan penyakit bawaan dan dengan demikian tentu akan mudah disembuhkan.
Sumber : isdaryanto.com
Langganan:
Postingan (Atom)







